Tuesday, 12 March 2013

laporan PBL ferry




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Dengan perkataan lain bahwa masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku dalam pembangunan kesehatan dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri, serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam eraglobalisasi, serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit, maka penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Perbaikannya tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan, perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan, tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku yang secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat, salah satunya melalui program Promosi Kesehatan.
Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat harus dimulai dari rumah tangga, karena rumah tangga yang sehat merupakan aset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. (PHBS) dalam tatanan rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakkan dan memberdayakan anggota rumah tangga untuk hidup bersih. Melalui upaya ini setiap rumah tangga diberdayakan agar tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
           Sehat merupakan suatu investasi yang perlu dihargai, dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga. Kondisi sehat dapat dicapai bila mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. Latar belakang rumah tangga sehat dapat terwujud bila ada keinginan, kemauan setiap anggota rumah tangga untuk menjaga, meningkatkan dan melindungi kesehatannya dari gangguan ancaman penyakit melalui Program Promosi Kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
          Program Promosi Kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan program yang bertujuan memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi, dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap,dan perilaku sehingga masyarakat sadar, mau, dan mampu mempraktekkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Dasar hukum :
1.      Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
2.      Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Keehatan di Kabupaten/Kota.
3.      Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional.
4.      Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1193/Menkes/SK/X/2004 tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
5.      Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1114/Menkes/SK/VIII/X/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah.
            Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) adalah satuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu merata dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat dengan peran aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah masyarakat. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitik beratkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal tanpa mengabaikan mutu pelayanan perorangan.
            Salah satu dari program kesehatan pelayanan pokok Puskesmas yaitu promosi kesehatan yang meliputi promosi tentang kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
            Dari data yang diperoleh sebagian besar masyarakat di Kecamatan Beutong  masih menggunakan sungai sebagai alternatif jamban keluarga, hal ini sangat beresiko terjadinya penyakit menular sperti Diare dll. Sehingga menjadi Pekerjaan rumah bagi puskesmas dalam melakukan pelayanan dan meningkatkan promosi kesehatan agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang di inginkan Puskesmas Beutong Kabupaten Nagan Raya.
1.2  Tujuan
1.2.1  Tujuan Umum
Secara umum tujuan Praktik Belajar Lapangan ini adalah agar mahasiswa lebih mengenal masalah kesehatan masyarakat dan memiliki bekal keterampilan dasar untuk menyelesaikan masalah kesehatan berdasarkan teori yang diperoleh saat kuliah dan menerapkannya di lapangan.
1.2.2  Tujuan Khusus
Secara khusus praktik belajar lapangan ini ialah untuk :
1.    Mempunyai pemahaman ruang lingkup kegiatan Puskesmas Beutong yang memadai.
2.    Mampu menganalisis situasi umum dan khusus pada institusi kesehatan dan unit kerja.
3.    Memiliki kemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat berbagai unit kerja di Puskesmas Beutong.
4.    Mampu menyusun prioritas masalah yang ada diprogram promosi kesehatan di Puskesmas Beutong.
5.    Mempunyai pengalaman bekerja di Puskesmas Beutong.
6.    Mampu memberikan alternatif pemecahan masalah yang ada di Puskesmas Beutong.
7.    Mampu memberikan alternatif pengambilan keputusan yang komprehensif dalam rangka pemecahan masalah
8.    Mampu memberikan saran perbaikan penyelenggaraan PBL yang akan datang.
1.3  Manfaat
1.3.1  Bagi Mahasiswa
1.    Mendapat pengalam nyata dan terpapar dengan pelaksanaan kegiatan baik di unit kerja maupun di tingkat institusi kesehatan.
2.    Mendapatkan pengalaman mengenai penerapan teori yang di dapat selama kuliah di Puskesmas Beutong.
3.    Mampu mengidensifikasikan masalah Kesehartan Masyarakat secara lebih komferehensif, berdasarkan kajian dengan metode yang telah dipelajari, sekaligus mempunyai kesempatan ikut serta dalam proses pemecahan masalah.
4.    Mempunyai kesempatan mengenali isu-isu yang dapat di jadikan topik penulisan skripsi.
5.    Merupakan kesempatan untuk menunjukan kemampuan pribadi sebagai calon Sarjana Kesehatan Masyarakat yang handal.
1.3.2  Bagi Institusi
1.      Dapat memanfaatkan tenaga terdidik untuk kepentingan kegiatan Institusi kesehatan.
2.      Mempunyai kesempatan untuk merekrut tenaga Kesehatan Masyarakat yang memadai.
3.      Mempunyai sumber informasi tentang pedidikan Ilmu Kesehatan Masyarakat di FKM-UTU, sehingga terbuka kemungkinan untuk melakukan kerjasama lebih lanjut dalam bidang Kesehatan Masyarakat.






 BAB II
ANALISIS SITUASI UMUM
2.1  Lokasi Puskesmas Beutong.
Puskesmas Beutong merupakan Puskesmas perawatan yang berada 35 KM dari Ibu Kota Kabupaten Nagan Raya yang terletak di Jln keude Seumot – Bumi Sari KM 0,5 Desa Lhok Seumot Kecamatan Beutong yang merupakan Gedung Puskesmas baru yang dibangun oleh BRR pada tahun 2007.
2.2  Visi Dan Misi Puskesmas Beutong
a. Visi
Tercapainya kecamatan yang sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat 2014.
b. Misi
1.    Mengerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.
2.    Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat.
3.    Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.
2.3  Pelayanan Kesehatan Puskesmas Beutong.
Pelayanan Kesehatan yang tersedia di Puskesmas Beutong antara lain :
1.      Pelayanan Rawat Jalan di Poli umun.
2.      Pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
3.      Pemeriksaan dan pengobatan untuk bayi, balita dan ibu hamil.
4.      Pelayanan imunisasi dan gizi untuk bayi, balita dan ibu hamil.
5.      Pengobatan untuk penyakit menular seperti malaria, DBD, kusta, TB paru, dll.
6.      Untuk keperluan administrasi yang diperlukan masyarakat dapat memperoleh di ruang tata usaha seperti keperluan surat – surat keterangan seperti :
1.      Surat keterangan kesehatan
2.      Surat keterangan sakit
3.      Surat keterangan kelahiran
4.      Surat keterangan kehamilan ( untuk memperoleh cuti hamil )
5.      Surat rujukan  Askes, Askeskin, ke Rumah sakit umum dan lainnya.
2.4  Sarana Dan Prasarana Puskesmas
Puskesmas Beutong juga mempunyai 3 ( tiga ) bangunan rumah yang dibangun oleh Pemerintah / BRR yaitu :
1.      Rumah dokter                         ( bangunan permanen )
2.      Rumah paramedis       ( bangunan permanen )
3.      Rumah TU                  ( bangunan permanen )
Selain  3 ( tiga ) bangunan tersebut juga mempunyai 2 unit ambulance dan 15 unit sepeda motor roda dua yaitu :

Tabel 2.1. Unit Transportasi di Puskesmas Beutong
No
Nama Kendaraan
Jumlah
Keadaan
Keterangan
1
Ambulance
2
1 Baik
       1 Rusak Berat
Dari Dinkes Nagan Raya
2
Motor Super Beijing
2
Baik
Bantuan NGO IOM
3
Motor Merek Smash
1
Rusak Ringan
Dari Dinkes Nagan Raya
4
Motor Merk Thunder 125
1
Rusak Ringan
Dari Dinkes Nagan Raya
5
Sepeda Motor Supra Fit
5
Baik
Dari Dinkes Nagan Raya
6
Motor Merk Mega Pro
1
Baik
Dari Dinkes Nagan Raya
7
Yupiter Mx
5
Baik
Dari Dinkes Nagan Raya
8
Supra X 125
2
Baik
Dari Dinkes Nagan Raya

Jumlah
18


Sumber : Puskesmas Beutong
2.5  Keadaan Geografis
            Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya dengan luas wilyah 1.323.06 KM dengan batas – batas sebagai berikut, yaitu :
1.      Sebelah Barat Berbatasan dengan Kecamatan Seunagan Timur
2.      Sebelah Timur Berbatasan dengan Kabupaten Gayo Lues
3.      Sebelah Utara Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah
4.      Sebelah Selatan Berbatasan dengan kecamatan Darul Makmur
2.6  Keadaan Penduduk Dan Sosial Ekonomi
            Tingkat ilmu dan pendidikan serta pengetahuan masyarakat tergolong rendah, dimana sebagian besar masyarakat lebih banyak tamatan sekolah dasar dan ekonomi masyarakat lebih banyak pada usaha pertanian.
2.7  Wilayah Kerja Puskesmas
Wilayah kerja Puskesmas Beutong dengan jumlah penduduk 12.640  jiwa dengan jumlah KK 3.537 KK, yang berdasarkan kecamatan yang terdiri dari 24 desa yang dibantu enam ( 5 ) pustu yaitu:
Tabel 2.2. Daftar Nama Desa dan Petugas Pustu Puskesmas Beutong
No
Nama Puskesmas Pembantu
Petugas Penanggung Jawab
1
Pustu Meunasah Pante
Nurmi
2
Pustu Pulo Raga
Malahemmah
3
Pustu Meunasah Dayah
Nurmala
4
Pustu Blang Mesjid
Nurhayati
5
Pustu Bumi Sari
Hasan Basri
Sumber : Puskesmas BeutongBAB III
ANALISIS SITUASI KHUSUS
1.1    Promosi Kesehatan
3.1.1  Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Promosi Kesehatan adalah salah satu program pokok Puskesmas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat salah satunya melalui Program penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat juga wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM.
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat.
a.    Perilaku Sehat
Adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat.

b.       Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
3.2  Perilaku Kesehatan
3.2.1 Konsep Perilaku
Perilaku dari pandangan biologis merupakan suatu kegiatan atau aktifitas organisme yang bersangkutan. Jadi, perilaku, manusia pada hakikatnya adalah suatu aktifitas dari manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, perilaku manusia itu mempunyai bentangan yang sangat luas, mencakup; berjalan, berbicara, bereaksi, berpakaian dan lain sebagainya. Secara lebih operasional perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar objek tersebut.
3.2.2 Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
 Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan; diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian, perencanaan, penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian.
Selanjutnya dalam program promosi kesehatan dikenal adanya model pengkajian dan penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep L W Green:
Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta cara menindak lanjutinya dengan berusaha mengubah, memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut kearah yang lebih positif.  
Dengan demikian manajemen PHBS adalah penerapan ke empat proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindak lanjutan.
a.  Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat kesejahteraan.
b.  Derajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan, dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masalah kesehatan yang sedang dihadapi.
c.    Faktor lingkungan adalah faktor fisik, biologis dan sosial budaya yang langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan.
d.  Faktor perilaku dan gaya hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanya aksi dan reaksi seseorang atau organisme terhadap lingkungannya.
Dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. Ada 3 faktor penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku tertentu yaitu faktor pemungkin, faktor pemudah dan faktor penguat.
a.       Faktor pemungkin adalah faktor pemicu terhadap perilaku yang   memungkinkan  suatu motivasi atau aspirasi terlaksana.
b.       Faktor pemudah adalah faktor pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku.
c.       Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak.
Ketiga faktor penyebab tersebut di atas di pengaruhi oleh faktor penyuluhan dan faktor kebijakan. peraturan serta organisasi. Semua faktor-faktor tersebut merupakan ruang lingkup promosi kesehatan.
Ada pula faktor lingkungan yang mempengaruhi prilaku atau sikap yaitu segala faktor baik fisik, biologis maupun sosial budaya yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi derajat kesehatan.
Promosi kesehatan adalah proses memandirikan masyarakat agar dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter 1986). Promosi kesehatan lebih menekankan pada lingkungan untuk terjadinya perubahan perilaku. Contohnya masyarakat dihimbau untuk membuang sampah di tempatnya, selanjutnya diterbitkan peraturan dilarang membuang sampah sembarangan. Himbauan dan peraturan tidak akan berjalan, apabila tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai dan juga cara para petugas kesehatan harus berperan aktif untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seperti yang di inginkan.


3.3  Gambaran Program Promosi Kesehatan Puskesmas Beutong
a.    Input
     Staf : Puskesmas 3 Dokter, 2 Dokter PTT dan 1 Dokter umum, 32 Bidan termasuk tenaga kontrak dan, 23 Perwat, Petugas obat sebanyak 1 orang, petugas gizi  sebayak 1 orang, petugas KIA dan KB sebanyak 3 orang, Petugas promkes 1 orang sekaligus penanggung jawab tata usaha puskesmas, petugas kesling 1 orang, petugas P2M 1 orang, Puskesmas beutong belum memiliki petungas yang berperan di ruang laboratorium.
-       Metode
    Keterampilan petugas Promosi kesehatan dioperoleh dari pendidikan S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Prosedur kerja dilakukan berdasarkan program-program yang sudah di tentukan atau program yang di berikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.
-            Market
      Sasaran petugas Promosi Kesehatan tentang program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditunjukan kepada seluruh masyarakat khususnya ibu hamil, wanita usia subur, balita, pasangan usia subur dan lansia yang ada di Wilayah Kenerja Puskesmas Beutong.
        Penggerakan pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pukesmas Beutong juga bekerja sama dengan masyarakat dan sekolah-sekolah yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Beutong guna untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Beutong. Namun hal ini dikarenakan kurang antusias atau kurangnya kesedaran masarakat sehingga program ini tidak berjalan dengan maksimal.
a.         Sumber daya petungas promosi kesehatan
     Untuk program Promosi Kesehatan Puskesmas Beutong memiliki  seorang tenaga kesehatan yang bertugas di bidang promosi kesehatan.
b.         Sarana dan Prasarana
  Alat-alat untuk melakukan kegiatan Promosi Kesehatan :
Belum tersedia fasilitas untuk menunjang kegiatan promosi keshatan
c.     Pengetahua dan Ketrampilan
             Pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja bagian promosi kesehatan cukup baik.





 BAB IV
IDENTIFIKASI MASALAH DAN PRIORITAS MASALAH
4.1 Identifiakasi Masalah
Sumber masalah yang ada di Puskesmas Beutong diperoleh dari observasi dan wawancara baik dari petugas maupun masyarakat pasien yang berkunjung selama 1 bulan dimulai dari awal berjalannya kegiatan Praktik Belajar Lapangan yaitu pada tanggal 13  Februari - 3 Maret 2012. Sumber masalah kesehatan tersebut akan diketahui melalui rancangan penelitian dengan menggunakan kerangka konsep penelitian yaitu input-proses-output.
Sesuai dengan pengamatan di Puskesmas Beutong khususnya diprogram Promosi kesehatan terdapat beberapa permasalahan yang di analisis dari observasi ( pengamatan ) dan wawancara petugas yang ada maka di dapat beberapa masalah, antara lain :
1. Kurangnya fasilitas atau alat dibidang Promosi Kesehatan
            Fasilitas atau alat merupakan hal terpenting  yang berkaitan dengan pencapaian yang akan didapatkan oleh Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan kurangnya fasilitas atau alat sangat berpengaruh terhadap kepuasaan para pengunjung  masyarakat maupun penerima pelayanan  terutama para resiko maupun pasien.
            Di Puskesmas Beutong  menurut pengamatan yang telah kami lakukan dalam beberapa minggu ini terlihat bahwa ada beberapa unit yang masih kekurangan di bagian peralatan atau sarana dan prasarana yang  bisa berefek pelayanan akan tidak maksimal dan tak terkecuali pegawai di bidang Promosi Kesehatan yang juga masih kurang. sehingga petugas belum bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal karena faktor peralatan yang belum mencukupi dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal.
2. Kurangnya Tenaga Kerja di Bidang Promosi Kesehatan.
            Seperti yang kami dapatkan di lapangan yaitu Puskesmas Beutong, bahwa tenaga Bidang Promosi Kesehatan hanya terdiri dari 1 orang pegawai yang  berasal dari Sarjana Kesehatan Masyarakat sekaligus penanggung  jawab bagian tata usaha Puskesmas. Sehingga ini mempersulit atau memperlambat dalam hal melakukan Promosi Kesehatan dan seharusnya minimal tenaga ahli untuk Promosi Kesehatan harus ada 1 orang khusus untuk menghender Program Promosi Kesehatan dengan tidak merangkap jabatan sehingga Program Promosi Kesehatanpun bisa berjalan dengan maksimal.
3. Kurangnya Kesadaran Dan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
            Blum dalam teori kesehatan lingkungannya telah  menjelaskan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu perilaku masyarakat, lingkungan, pelayanan kesehatan dan genetika. Dari ke empat faktor tersebut bisa kita melihat salah satunya adalah pelayanan kesehatan. Disini pelayanan kesehatan memliki andil yang strategis dalam memberikan pelayanan yaitu seperti penyuluhan, promosi kesehatan dan pendekatan langsung kepada masyarakat dalam upaya memperbaiki perilaku masyarakat yang kurang sehat. Dari data yang diperoleh terlihat bahwa masih tingginya para masyarakat yang menggunakan sungai sebagai sarana jamban. hal ini menimbulkan tingginya angka kesakitan di masyarakat.
4.2 Prioritas Masalah
Dari uraian tersebut maka didapat permasalahan :
1. Kurangnya fasilitas atau alat dibidang Promosi Kesehatan
2.  Kurangnya Tenaga Kerja di Bidang Promosi Kesehatan.
3  .Kurangnya Kesadaran dan Pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup  bersih dan Sehat
Penetapan masalah yang akan dilakukan berdasarkan beberapa permasalahan yang didapatkan ialah dengan menggunakan metode/teknik kriteria matrik. Teknik kriteria matrik ini dilakukan dengan memberikan nilai antara 1 (tidak penting) sampai dengan 5 (sangat penting) untuk setiap kriteria yang sesuai.
Penetapan masalah dengan teknik kriteria matrik ini dapat diketahui dari tabel berikut ini :
Tabel 4.1 Teknik Kriteria Matrik
No
Daftar Masalah
I
T
R
Jmlh
I  x T x R
P
S
RI
1.
Kurangnya fasilitas atau alat dibidang Promosi Kesehatan
3
2
2
2
1
24
2.
Kurangnya tenaga kerja di bidang promosi kesehatan
4
4
4
1
1
64
3.
Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai prilaku hidup bersih dan sehat
4
4
4
2
2
256

Ket:
I      : (Importancy) Makin penting
P     : Besarnya masalah (prevalence)
S     : Akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity)
RI   : Kenaikan besarnya masalah (rafe of increase)
T     : Kelayakan teknologi (technical feasibility)
R    : Sumber daya yang tersedia (resource avaibility)

Kesimpulan yang didapat dari teknik kriteria matrik ialah bahwa Poin ke 3 Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai prilaku hidup bersih dan sehat menjadi prioritas utama dalam laporan praktek belajar ini dengan bobot skor 259.
BAB V
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
5.1 Alternatif Pemecahan Masalah
            Pemecahan masalah mengenai kurangnya kesadaran masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai upaya alternatif pemecahan masalah, antara lain :
1.      Petugas Promosi Kesehatan harus meningkatkan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ke sarana pendidikan khususnya sekolah-sekolah yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Beutong untuk memberi pengetahuan tentang pentingya berperilaku hidup bersih dan sehat sejak dini .
2.      Petugas Kesehatan Puskesmas Beutong harus meningkatkan penyuluhan ke desa – desa yang beresiko terhadap penyakit yang disebabkan prilaku masyarakat  yang  kurang baik.
3.      Petugas Promosi Kesehatan juga harus melakukan promosi kesehatan baik dengan menggunakan poster, selebaran ,penyuluhan dan berbagai jenis Promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
4.      Pihak Puskesmas juga harus mengajak para aparatur desa untuk berpartisipasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat  baik keucik, tuha peut, tuha lapan sampai kepada ketua pemuda dan ibu PKK.
5.       Merekrut para pemuda setiap desa sebagai kader yang memiliki integritas dan kecakapan yang kemudian di beri pelatihan mengenai Prilaku hidup Bersih dan Sehat dan hal yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan masyarakat.
5.3 Rencana Intervensi
Berdasarkan hasil yang didapat melalui jalan keluar masalah tersebut, maka kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan untuk mendorong terjadinya perubahan pada kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kebiasaan prilaku hidup bersih dan sehat
1.      Meningkatkan kerjasama anatara Petugas Kesehatan dengan Masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.
2.      Membentuk sebuah organisasi tenaga terpilih yang telah di latih dari masyarakat baik dari golongan Ibu rumah tangga, pemuda-pemudi maupun aparat desa dan selalu di berikan arahan oleh Puskesmas.
3.      Para tenaga terlatih yang sudah terpilih dari berbagai desa maka di anjurkan selalu bekerja sama dan membantu mempromosikan kesehatan dengan petugas yang ada di Pustu dan Posyandu di desanya masing.
4.      Para petugas Promosi Kesehatan harus meningkatkan Promosi Kesehatan di pustu dan posyandu khususnya di beri kewenangan pada bidan yang bertugas di masing-masing Pustu atau Posyandu .


 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1  Kesimpulan
1.      Kesadaran dan pengetahuan tentang Berprilaku Hidup Bersih dan Sehat masyarakat di wilayah kerja Puskesmas masih kurang.
2.      Kurangnya tenaga kesehatan di bidang promosi kesehatan juga salah satu masalah yang di timbulkan.
3.      Kurangya sarana dan prasarana promosi kesehatan juga masalah bagi tenaga kesehatan untuk melakukan promosi kesehatan
4.      Hal ini di sebabkan oleh dinas pemerintah kabupaten yang masih kurang memberi fasilitas ke Puskesmas Beutong.
5.      Dalam menjalankan kegiatannya petugas promosi kesehatan juga bekerjasama dengan  unit lain yang ada di Puskesmas seperti unit kesling, pustu dll.
6.2 Saran
 -    Institusi (Puskesmas)
            Untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan kesehatan khususnya di bidang Promosi Kesehatan alangkah lebih baiknya para petugas kesehatan lebih melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan mengajak masyarakat untuk Berprilaku Hidup Bersih dan Sehat di mulai dari individu, keluarga  sampai dengan masyarakat sekitar sehingga mempermudah program promosi kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Beutong.
-       Masyarakat
Masyarakat juga harus meningkatkan kerjasama dengan para petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Beutong guna untuk mencapai derajat kesehatan yang di inginkan.
-       Kampus / Sarana Pendidikan
Pemberian materi mengenai perilaku kesehatan yang baik juga harus di tingkatkan di sarana-sarana pendidikan untuk menunjang atau meningkatkan derajat kesehatan guna untuk meningkatkat pengetahuan pentingnya kesehatan sejak dini.













DAFTAR PUSTAKA

Profil  Puskesmas Beutong, 2010
Notoatmodjo.2003. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta
__________.2007. Promosi Kesehatan : Teori Dan Aplikasi. Jakarta : PT. Asti Mahasatya
Manda,S,SKM,2006,Pedoman Pengembangan kabupaten/kota
creasoft.wordpress.com/2008
Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2009




No comments:

Post a Comment

Diet Sehat

10 TIPS DIET SEHAT  Menonton apa yang Anda makan adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung da...