BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan
kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup
sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya. Dengan perkataan lain bahwa masyarakat diharapkan mampu
berperan sebagai pelaku dalam pembangunan kesehatan dalam rangka menjaga,
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri, serta berperan aktif
dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
Seiring
dengan cepatnya perkembangan dalam eraglobalisasi, serta adanya transisi
demografi dan epidemiologi penyakit, maka penyakit akibat perilaku dan
perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung
akan semakin kompleks. Perbaikannya tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan
kesehatan, perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor
keturunan, tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku yang secara teoritis
memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. Mengingat dampak dari
perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya
untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat, salah satunya melalui
program Promosi Kesehatan.
Promosi dan Pemberdayaan
Kesehatan Masyarakat harus dimulai dari rumah tangga, karena rumah tangga yang
sehat merupakan aset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga,
ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat. (PHBS) dalam tatanan rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk
menggerakkan dan memberdayakan anggota rumah tangga untuk hidup bersih. Melalui
upaya ini setiap rumah tangga diberdayakan agar tahu, mau dan mampu menolong
diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat,
mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, serta
memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
Sehat merupakan suatu investasi yang
perlu dihargai, dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah
tangga. Kondisi sehat dapat dicapai bila mengubah perilaku dari yang tidak
sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga.
Latar belakang rumah tangga sehat dapat terwujud bila ada keinginan, kemauan
setiap anggota rumah tangga untuk menjaga, meningkatkan dan melindungi
kesehatannya dari gangguan ancaman penyakit melalui Program Promosi Kesehatan
tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Program Promosi Kesehatan tentang
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan program yang bertujuan
memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan,
keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan
informasi, dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap,dan
perilaku sehingga masyarakat sadar, mau, dan mampu mempraktekkan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat.
Dasar hukum :
1. Undang-Undang
Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Keputusan
Mentri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal
(SPM) Bidang Keehatan di Kabupaten/Kota.
3. Keputusan
Mentri Kesehatan Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional.
4. Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor 1193/Menkes/SK/X/2004 tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat.
5. Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor 1114/Menkes/SK/VIII/X/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan
Promosi Kesehatan di Daerah.
Pusat Kesehatan Masyarakat
(PUSKESMAS) adalah satuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya
kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu merata dapat diterima dan
terjangkau oleh masyarakat dengan peran aktif masyarakat dan menggunakan hasil
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dengan biaya yang dapat
dipikul oleh pemerintah masyarakat. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan
dengan menitik beratkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai
derajat kesehatan yang optimal tanpa mengabaikan mutu pelayanan perorangan.
Salah satu dari program kesehatan
pelayanan pokok Puskesmas yaitu promosi kesehatan yang meliputi promosi tentang
kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dari data yang diperoleh sebagian
besar masyarakat di Kecamatan Beutong
masih menggunakan sungai sebagai alternatif jamban keluarga, hal ini
sangat beresiko terjadinya penyakit menular sperti Diare dll. Sehingga menjadi
Pekerjaan rumah bagi puskesmas dalam melakukan pelayanan dan meningkatkan
promosi kesehatan agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang di
inginkan Puskesmas Beutong Kabupaten Nagan Raya.
1.2
Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Secara umum tujuan
Praktik Belajar Lapangan ini adalah agar mahasiswa lebih mengenal
masalah kesehatan masyarakat dan memiliki bekal keterampilan dasar untuk
menyelesaikan masalah kesehatan berdasarkan teori yang diperoleh saat kuliah
dan menerapkannya di lapangan.
1.2.2 Tujuan Khusus
Secara
khusus praktik belajar lapangan ini ialah untuk :
1. Mempunyai
pemahaman ruang lingkup kegiatan Puskesmas Beutong yang memadai.
2. Mampu
menganalisis situasi umum dan khusus pada institusi kesehatan dan unit kerja.
3. Memiliki
kemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat berbagai unit kerja di
Puskesmas Beutong.
4. Mampu
menyusun prioritas masalah yang ada diprogram promosi kesehatan di Puskesmas
Beutong.
5. Mempunyai
pengalaman bekerja di Puskesmas Beutong.
6. Mampu
memberikan alternatif pemecahan masalah yang ada di Puskesmas Beutong.
7. Mampu
memberikan alternatif pengambilan keputusan yang komprehensif dalam rangka
pemecahan masalah
8. Mampu
memberikan saran perbaikan penyelenggaraan PBL yang akan datang.
1.3
Manfaat
1.3.1
Bagi Mahasiswa
1. Mendapat
pengalam nyata dan terpapar dengan pelaksanaan kegiatan baik di unit kerja
maupun di tingkat institusi kesehatan.
2. Mendapatkan
pengalaman mengenai penerapan teori yang di dapat selama kuliah di Puskesmas
Beutong.
3. Mampu
mengidensifikasikan masalah Kesehartan Masyarakat secara lebih komferehensif,
berdasarkan kajian dengan metode yang telah dipelajari, sekaligus mempunyai
kesempatan ikut serta dalam proses pemecahan masalah.
4. Mempunyai
kesempatan mengenali isu-isu yang dapat di jadikan topik penulisan skripsi.
5. Merupakan
kesempatan untuk menunjukan kemampuan pribadi sebagai calon Sarjana Kesehatan
Masyarakat yang handal.
1.3.2 Bagi Institusi
1. Dapat
memanfaatkan tenaga terdidik untuk kepentingan kegiatan Institusi kesehatan.
2. Mempunyai
kesempatan untuk merekrut tenaga Kesehatan Masyarakat yang memadai.
3. Mempunyai
sumber informasi tentang pedidikan Ilmu Kesehatan Masyarakat di FKM-UTU,
sehingga terbuka kemungkinan untuk melakukan kerjasama lebih lanjut dalam
bidang Kesehatan Masyarakat.
ANALISIS SITUASI UMUM
2.1 Lokasi
Puskesmas Beutong.
Puskesmas
Beutong merupakan Puskesmas perawatan yang berada 35 KM dari Ibu Kota Kabupaten
Nagan Raya yang terletak di Jln keude Seumot – Bumi Sari KM 0,5 Desa Lhok
Seumot Kecamatan Beutong yang merupakan Gedung Puskesmas baru yang dibangun
oleh BRR pada tahun 2007.
2.2 Visi
Dan Misi Puskesmas Beutong
a. Visi
Tercapainya kecamatan yang sehat
menuju terwujudnya Indonesia Sehat 2014.
b. Misi
1. Mengerakkan
pembangunan berwawasan kesehatan.
2. Mendorong
kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat.
3. Memelihara
dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta
lingkungannya.
2.3 Pelayanan
Kesehatan Puskesmas Beutong.
Pelayanan
Kesehatan yang tersedia di Puskesmas Beutong antara lain :
1. Pelayanan
Rawat Jalan di Poli umun.
2. Pelayanan
kesehatan gigi dan mulut.
3. Pemeriksaan
dan pengobatan untuk bayi, balita dan ibu hamil.
4. Pelayanan
imunisasi dan gizi untuk bayi, balita dan ibu hamil.
5. Pengobatan
untuk penyakit menular seperti malaria, DBD, kusta, TB paru, dll.
6. Untuk
keperluan administrasi yang diperlukan masyarakat dapat memperoleh di ruang
tata usaha seperti keperluan surat – surat keterangan seperti :
1. Surat
keterangan kesehatan
2. Surat
keterangan sakit
3. Surat
keterangan kelahiran
4. Surat
keterangan kehamilan ( untuk memperoleh cuti hamil )
5. Surat
rujukan Askes, Askeskin, ke Rumah sakit
umum dan lainnya.
2.4 Sarana
Dan Prasarana Puskesmas
Puskesmas
Beutong juga mempunyai 3 ( tiga ) bangunan rumah yang dibangun oleh Pemerintah
/ BRR yaitu :
1. Rumah
dokter ( bangunan
permanen )
2. Rumah
paramedis ( bangunan permanen )
3. Rumah
TU ( bangunan permanen )
Selain 3 ( tiga ) bangunan tersebut juga mempunyai 2
unit ambulance dan 15 unit sepeda motor roda dua yaitu :
Tabel
2.1. Unit Transportasi di Puskesmas Beutong
No
|
Nama Kendaraan
|
Jumlah
|
Keadaan
|
Keterangan
|
1
|
Ambulance
|
2
|
1
Baik
1 Rusak Berat
|
Dari
Dinkes Nagan Raya
|
2
|
Motor Super Beijing
|
2
|
Baik
|
Bantuan
NGO IOM
|
3
|
Motor Merek Smash
|
1
|
Rusak
Ringan
|
Dari
Dinkes Nagan Raya
|
4
|
Motor Merk Thunder
125
|
1
|
Rusak
Ringan
|
Dari
Dinkes Nagan Raya
|
5
|
Sepeda Motor Supra
Fit
|
5
|
Baik
|
Dari
Dinkes Nagan Raya
|
6
|
Motor Merk Mega Pro
|
1
|
Baik
|
Dari
Dinkes Nagan Raya
|
7
|
Yupiter Mx
|
5
|
Baik
|
Dari
Dinkes Nagan Raya
|
8
|
Supra X 125
|
2
|
Baik
|
Dari
Dinkes Nagan Raya
|
Jumlah
|
18
|
Sumber : Puskesmas
Beutong
2.5 Keadaan
Geografis
Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan
Raya dengan luas wilyah 1.323.06 KM dengan batas – batas sebagai berikut, yaitu
:
1.
Sebelah Barat Berbatasan dengan
Kecamatan Seunagan Timur
2.
Sebelah Timur Berbatasan dengan
Kabupaten Gayo Lues
3.
Sebelah Utara Berbatasan dengan
Kabupaten Aceh Tengah
4. Sebelah
Selatan Berbatasan dengan kecamatan Darul Makmur
2.6 Keadaan Penduduk Dan Sosial Ekonomi
Tingkat ilmu dan pendidikan serta pengetahuan masyarakat
tergolong rendah, dimana sebagian besar masyarakat lebih banyak tamatan sekolah
dasar dan ekonomi masyarakat lebih banyak pada usaha pertanian.
2.7 Wilayah Kerja Puskesmas
Wilayah
kerja Puskesmas Beutong dengan jumlah penduduk 12.640 jiwa dengan jumlah KK 3.537 KK, yang
berdasarkan kecamatan yang terdiri dari 24 desa yang dibantu enam ( 5 ) pustu
yaitu:
Tabel 2.2. Daftar Nama Desa dan
Petugas Pustu Puskesmas Beutong
No
|
Nama Puskesmas
Pembantu
|
Petugas Penanggung
Jawab
|
1
|
Pustu Meunasah Pante
|
Nurmi
|
2
|
Pustu Pulo Raga
|
Malahemmah
|
3
|
Pustu Meunasah Dayah
|
Nurmala
|
4
|
Pustu Blang Mesjid
|
Nurhayati
|
5
|
Pustu Bumi Sari
|
Hasan Basri
|
Sumber : Puskesmas
Beutong BAB III
ANALISIS
SITUASI KHUSUS
1.1
Promosi Kesehatan
3.1.1 Pengertian
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Promosi Kesehatan adalah salah satu
program pokok Puskesmas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat salah
satunya melalui Program penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat adalah semua perilaku kesehatan
yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat
menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat juga wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS.
Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan
Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM.
PHBS di Rumah
Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan
mampu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga dilakukan
untuk mencapai Rumah Tangga Sehat.
a. Perilaku Sehat
Adalah pengetahuan, sikap dan
tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit,
melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan
Kesehatan Masyarakat.
b. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu
kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka
jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan
(Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat
(Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi
masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat
menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan
kesehatannya.
3.2 Perilaku Kesehatan
3.2.1 Konsep Perilaku
Perilaku dari pandangan biologis merupakan suatu
kegiatan atau aktifitas organisme yang bersangkutan. Jadi, perilaku, manusia pada hakikatnya adalah suatu aktifitas dari manusia itu sendiri.
Oleh sebab itu, perilaku manusia itu mempunyai bentangan yang sangat luas, mencakup; berjalan, berbicara,
bereaksi, berpakaian dan lain
sebagainya. Secara lebih operasional perilaku dapat
diartikan suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus)
dari luar objek tersebut.
3.2.2 Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan;
diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian, perencanaan, penggerakan
pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian.
Selanjutnya
dalam program promosi kesehatan dikenal adanya model pengkajian dan
penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep L W Green:
Model ini mengkaji masalah
perilaku manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta cara menindak lanjutinya dengan berusaha mengubah, memelihara atau meningkatkan perilaku
tersebut kearah yang lebih positif.
Dengan demikian
manajemen PHBS adalah penerapan ke empat proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindak lanjutan.
a. Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan sehingga
kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat kesejahteraan.
b. Derajat
kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai
dalam bidang kesehatan, dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan
masalah kesehatan yang sedang dihadapi.
c. Faktor lingkungan adalah
faktor fisik, biologis dan sosial budaya yang langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan.
d. Faktor
perilaku dan gaya hidup adalah suatu
faktor yang timbul karena adanya aksi dan reaksi seseorang atau organisme
terhadap lingkungannya.
Dengan demikian
suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. Ada
3 faktor penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku tertentu yaitu faktor
pemungkin, faktor pemudah dan faktor penguat.
a. Faktor pemungkin adalah faktor pemicu
terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi
atau aspirasi terlaksana.
b. Faktor pemudah adalah faktor
pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau motivasi bagi
perilaku.
c. Faktor penguat adalah faktor
yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak.
Ketiga faktor
penyebab tersebut di atas di pengaruhi oleh faktor penyuluhan dan faktor kebijakan. peraturan serta
organisasi. Semua faktor-faktor tersebut
merupakan ruang lingkup promosi kesehatan.
Ada pula
faktor lingkungan yang mempengaruhi prilaku atau sikap yaitu segala faktor baik fisik, biologis maupun sosial budaya yang langsung atau
tidak langsung dapat mempengaruhi derajat kesehatan.
Promosi
kesehatan adalah proses memandirikan masyarakat agar dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter 1986). Promosi kesehatan lebih
menekankan pada lingkungan untuk terjadinya perubahan perilaku. Contohnya
masyarakat dihimbau untuk membuang sampah di tempatnya, selanjutnya diterbitkan
peraturan dilarang membuang sampah sembarangan. Himbauan dan peraturan tidak
akan berjalan, apabila tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas tempat sampah
yang memadai dan juga cara para petugas kesehatan harus berperan aktif untuk dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seperti yang di inginkan.
3.3 Gambaran Program Promosi Kesehatan Puskesmas
Beutong
a.
Input
Staf : Puskesmas 3 Dokter, 2 Dokter PTT dan 1 Dokter umum, 32 Bidan
termasuk tenaga kontrak dan, 23 Perwat, Petugas obat sebanyak 1 orang, petugas
gizi sebayak 1 orang, petugas KIA dan KB
sebanyak 3 orang, Petugas promkes 1 orang sekaligus penanggung jawab tata usaha
puskesmas, petugas kesling 1 orang, petugas P2M 1 orang, Puskesmas beutong
belum memiliki petungas yang berperan di ruang laboratorium.
-
Metode
Keterampilan petugas Promosi kesehatan dioperoleh dari pendidikan S1
Ilmu Kesehatan Masyarakat. Prosedur kerja dilakukan berdasarkan program-program
yang sudah di tentukan atau program yang di berikan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten.
-
Market
Sasaran petugas Promosi Kesehatan tentang program Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) ditunjukan kepada seluruh masyarakat khususnya ibu hamil,
wanita usia subur, balita, pasangan usia subur dan lansia yang ada di Wilayah
Kenerja Puskesmas Beutong.
Penggerakan pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Pukesmas Beutong juga bekerja sama dengan masyarakat dan sekolah-sekolah yang
ada di Wilayah Kerja Puskesmas Beutong guna untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat Beutong. Namun hal ini dikarenakan kurang antusias atau
kurangnya kesedaran masarakat sehingga program ini tidak berjalan dengan
maksimal.
a.
Sumber daya petungas promosi kesehatan
Untuk
program Promosi Kesehatan Puskesmas Beutong memiliki seorang tenaga kesehatan yang bertugas di
bidang promosi kesehatan.
b.
Sarana dan Prasarana
Alat-alat
untuk melakukan kegiatan Promosi Kesehatan :
Belum tersedia fasilitas untuk menunjang
kegiatan promosi keshatan
c.
Pengetahua dan Ketrampilan
Pengetahuan dan
keterampilan tenaga kerja bagian promosi kesehatan cukup baik.
BAB IV
IDENTIFIKASI
MASALAH DAN PRIORITAS MASALAH
4.1 Identifiakasi Masalah
Sumber masalah yang ada di Puskesmas
Beutong diperoleh dari observasi dan wawancara baik dari petugas maupun
masyarakat pasien yang berkunjung selama 1 bulan dimulai dari awal berjalannya kegiatan Praktik
Belajar Lapangan yaitu pada tanggal 13 Februari - 3 Maret 2012. Sumber masalah kesehatan tersebut akan diketahui
melalui rancangan penelitian dengan menggunakan kerangka konsep penelitian
yaitu input-proses-output.
Sesuai
dengan pengamatan di Puskesmas Beutong khususnya diprogram Promosi kesehatan
terdapat beberapa permasalahan yang di analisis dari observasi ( pengamatan ) dan
wawancara petugas yang ada maka di dapat beberapa masalah, antara lain :
1.
Kurangnya fasilitas atau alat dibidang Promosi Kesehatan
Fasilitas atau alat merupakan hal
terpenting yang berkaitan dengan pencapaian
yang akan didapatkan oleh Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat. Dengan kurangnya fasilitas atau alat sangat berpengaruh terhadap
kepuasaan para pengunjung masyarakat
maupun penerima pelayanan terutama para
resiko maupun pasien.
Di Puskesmas Beutong menurut pengamatan yang telah kami lakukan
dalam beberapa minggu ini terlihat bahwa ada beberapa unit yang masih kekurangan
di bagian peralatan atau sarana dan prasarana yang bisa berefek pelayanan akan tidak maksimal
dan tak terkecuali pegawai di bidang Promosi Kesehatan yang juga masih kurang.
sehingga petugas belum bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal karena
faktor peralatan yang belum mencukupi dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan
tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal.
2.
Kurangnya Tenaga Kerja di Bidang Promosi Kesehatan.
Seperti yang kami dapatkan di
lapangan yaitu Puskesmas Beutong, bahwa tenaga Bidang Promosi Kesehatan hanya
terdiri dari 1 orang pegawai yang
berasal dari Sarjana Kesehatan Masyarakat sekaligus penanggung jawab bagian tata usaha Puskesmas. Sehingga
ini mempersulit atau memperlambat dalam hal melakukan Promosi Kesehatan dan
seharusnya minimal tenaga ahli untuk Promosi Kesehatan harus ada 1 orang khusus
untuk menghender Program Promosi Kesehatan dengan tidak merangkap jabatan
sehingga Program Promosi Kesehatanpun bisa berjalan dengan maksimal.
3. Kurangnya Kesadaran Dan Pengetahuan Masyarakat
Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Blum dalam teori kesehatan
lingkungannya telah menjelaskan bahwa
derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu perilaku masyarakat,
lingkungan, pelayanan kesehatan dan genetika. Dari ke empat faktor tersebut
bisa kita melihat salah satunya adalah pelayanan kesehatan. Disini pelayanan
kesehatan memliki andil yang strategis dalam memberikan pelayanan yaitu seperti
penyuluhan, promosi kesehatan dan pendekatan langsung kepada masyarakat dalam
upaya memperbaiki perilaku masyarakat yang kurang sehat. Dari data yang
diperoleh terlihat bahwa masih tingginya para masyarakat yang menggunakan
sungai sebagai sarana jamban. hal ini menimbulkan tingginya angka kesakitan di
masyarakat.
4.2 Prioritas Masalah
Dari
uraian tersebut maka didapat permasalahan :
1. Kurangnya fasilitas atau alat
dibidang Promosi Kesehatan
2.
Kurangnya Tenaga Kerja di Bidang Promosi
Kesehatan.
3
.Kurangnya Kesadaran dan Pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku
Hidup bersih dan Sehat
Penetapan
masalah yang akan dilakukan berdasarkan beberapa permasalahan yang didapatkan
ialah dengan menggunakan metode/teknik kriteria matrik. Teknik kriteria matrik
ini dilakukan dengan memberikan nilai antara 1 (tidak penting) sampai dengan 5
(sangat penting) untuk setiap kriteria yang sesuai.
Penetapan
masalah dengan teknik kriteria matrik ini dapat diketahui dari tabel berikut
ini :
Tabel
4.1 Teknik Kriteria Matrik
No
|
Daftar
Masalah
|
I
|
T
|
R
|
Jmlh
I x T x R
|
||
P
|
S
|
RI
|
|||||
1.
|
Kurangnya
fasilitas atau alat dibidang Promosi Kesehatan
|
3
|
2
|
2
|
2
|
1
|
24
|
2.
|
Kurangnya
tenaga kerja di bidang promosi kesehatan
|
4
|
4
|
4
|
1
|
1
|
64
|
3.
|
Kurangnya
kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai prilaku hidup bersih dan sehat
|
4
|
4
|
4
|
2
|
2
|
256
|
Ket:
I : (Importancy) Makin penting
P : Besarnya masalah (prevalence)
S : Akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity)
RI : Kenaikan besarnya masalah (rafe of
increase)
T : Kelayakan teknologi (technical feasibility)
R : Sumber daya yang tersedia (resource avaibility)
Kesimpulan
yang didapat dari teknik kriteria
matrik ialah bahwa Poin ke 3 Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat
mengenai prilaku hidup bersih dan sehat menjadi prioritas utama dalam laporan
praktek belajar ini dengan bobot skor 259.
BAB V
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
5.1
Alternatif Pemecahan Masalah
Pemecahan
masalah mengenai kurangnya kesadaran masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai
upaya alternatif pemecahan masalah, antara lain :
1. Petugas
Promosi Kesehatan harus meningkatkan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat ke sarana pendidikan khususnya sekolah-sekolah yang ada di Wilayah
Kerja Puskesmas Beutong untuk memberi pengetahuan tentang pentingya berperilaku
hidup bersih dan sehat sejak dini .
2. Petugas
Kesehatan Puskesmas Beutong harus meningkatkan penyuluhan ke desa – desa yang
beresiko terhadap penyakit yang disebabkan prilaku masyarakat yang
kurang baik.
3. Petugas
Promosi Kesehatan juga harus melakukan promosi kesehatan baik dengan
menggunakan poster, selebaran ,penyuluhan dan berbagai jenis Promosi kesehatan
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
4. Pihak
Puskesmas juga harus mengajak para aparatur desa untuk berpartisipasi dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
baik keucik, tuha
peut, tuha lapan sampai kepada ketua
pemuda dan ibu PKK.
5. Merekrut para pemuda setiap desa sebagai kader
yang memiliki integritas dan kecakapan yang kemudian di beri pelatihan mengenai
Prilaku hidup Bersih dan Sehat dan hal yang berkaitan dengan kesehatan
lingkungan masyarakat.
5.3
Rencana Intervensi
Berdasarkan
hasil yang didapat melalui
jalan keluar masalah tersebut, maka
kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan
untuk mendorong terjadinya perubahan pada kurangnya kesadaran masyarakat
mengenai kebiasaan prilaku hidup bersih dan sehat
1.
Meningkatkan
kerjasama anatara Petugas Kesehatan dengan Masyarakat untuk berprilaku hidup
bersih dan sehat.
2.
Membentuk sebuah
organisasi tenaga terpilih yang telah di latih dari masyarakat baik dari
golongan Ibu rumah tangga, pemuda-pemudi maupun aparat desa dan selalu di
berikan arahan oleh Puskesmas.
3.
Para tenaga
terlatih yang sudah terpilih dari berbagai desa maka di anjurkan selalu bekerja
sama dan membantu mempromosikan kesehatan dengan petugas yang ada di Pustu dan
Posyandu di desanya masing.
4.
Para petugas
Promosi Kesehatan harus meningkatkan Promosi Kesehatan di pustu dan posyandu
khususnya di beri kewenangan pada bidan yang bertugas di masing-masing Pustu
atau Posyandu .
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
1.
Kesadaran dan pengetahuan tentang
Berprilaku Hidup Bersih dan Sehat masyarakat di wilayah kerja Puskesmas masih
kurang.
2.
Kurangnya tenaga kesehatan di bidang
promosi kesehatan juga salah satu masalah yang di timbulkan.
3.
Kurangya sarana dan prasarana promosi
kesehatan juga masalah bagi tenaga kesehatan untuk melakukan promosi kesehatan
4.
Hal ini di sebabkan oleh dinas
pemerintah kabupaten yang masih kurang memberi fasilitas ke Puskesmas Beutong.
5.
Dalam menjalankan kegiatannya petugas promosi
kesehatan juga bekerjasama dengan unit
lain yang ada di Puskesmas seperti unit kesling, pustu dll.
6.2
Saran
- Institusi (Puskesmas)
Untuk lebih meningkatkan lagi
pelayanan kesehatan khususnya di bidang Promosi Kesehatan alangkah lebih
baiknya para petugas kesehatan lebih melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan
mengajak masyarakat untuk Berprilaku Hidup Bersih dan Sehat di mulai dari
individu, keluarga sampai dengan masyarakat sekitar sehingga
mempermudah program promosi kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat Beutong.
- Masyarakat
Masyarakat juga harus meningkatkan kerjasama dengan
para petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Beutong guna untuk mencapai
derajat kesehatan yang di inginkan.
-
Kampus / Sarana Pendidikan
Pemberian
materi mengenai perilaku kesehatan yang baik juga harus di tingkatkan di
sarana-sarana pendidikan untuk menunjang atau meningkatkan derajat kesehatan
guna untuk meningkatkat pengetahuan pentingnya kesehatan sejak dini.
DAFTAR PUSTAKA
Profil Puskesmas Beutong, 2010
Notoatmodjo.2003. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta
: PT. Rineka Cipta
__________.2007. Promosi Kesehatan : Teori Dan Aplikasi.
Jakarta : PT. Asti Mahasatya
creasoft.wordpress.com/2008
Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan
Republik Indonesia Tahun 2009
No comments:
Post a Comment