Friday, 15 March 2013

penyakit KISTA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi seperti sekarang ini masyarakat di Indonesia dituntut untuk serba cepat diantaranya dalam hal ekonomi, kesehatan, maupun informasi. Tidak sedikit pula wanita yang telah berumah tangga, memilih hanya sebagai ibu rumah tangga saja, akan tetapi banyak juga wanita yang memilih untuk berkarir. Bukan hal yang tak lazim lagi apabila sekarang ini banyak sekali wanita di Indonesia yang telah berkarir dalam bidangnya masing-masing. Tuntutan rutinitas pekerjaan yang begitu padat serta menyita waktu terkadang menjadi alasan banyaknya wanita sekarang ini sulit untuk menjaga kesehatan.
Wanita di zaman sekarang ini bisa dibilang memiliki pola hidup yang kurang baik, seperti tidak rutin berolah raga, tidak mengatur pola makan secara baik, serta mudah stress, semua itu merupakan pola hidup yang tidak sehat dan bisa memancing penyakit untuk menyerang kesehatan tubuh setiap wanita di masa kini. Ada sebuah penyakit yang terbilang cukup menarik untuk diketahui setiap wanita khususnya yang berusia produktif di Indonesia sekarang ini yakni penyakit kista. Kista memiliki banyak jenis, diantaranya adalah kista folikel, kista korpus luteum, kista denoma, kista dermoid, kista hemorrhage, kista lutein, kista polikistik ovarium, kista coklat (endometriosis).
Pada dasarnya kista dimiliki setiap manusia, baik pria maupun wanita, akan tetapi kista yang ada di dalam tubuh pria tidak berpotensi untuk menjadi sebuah penyakit. Sedangkan pada wanita kista berpotensi menjadi penyakit yang berbahaya apabila mulai aktif di dalam tubuh wanita.
Tingkat keganasannya ditentukan pada jenisnya setelah melakukan proses pendeteksian oleh dokter yang menangani masalah kista. Penyakit ini terbilang cukup unik dan mengundang perhatian, tidak sedikit juga wanita di Indonesia yang mengenal penyakit ini, akan tetapi tidak sedikit pula wanita yang terkesan acuh tak acuh dalam menanggulangi atau menyikapi penyakit ini, hal ini juga terjadi karena sumber maupun informasi yang ada mengenai penyakit kista masih terasa kurang, sehingga mungkin menyebabkan wanita di Indonesia sekarang ini terkesan bereaksi kurang tanggap akan bahayanya penyakit ini hingga akhirnya banyak korban penderita kista endometriosis ini bertambah setiap tahunnya, ini terbukti melalui peningkatan penderita penyakit ini setiap tahunnya (Nasdaldy, 2009).
Dari sekian banyak jenis penyakit kista, kista coklat (endometriosis) begitu menarik perhatian untuk diteliti dan di informasikan kepada masyarakat, terutama untuk wanita di Indonesia yang setiap tahunnya bertambah banyak penderitanya. Menurut data hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo terdata pada tahun 2008 terdapat 428 kasus penderita kista endometriosis, 20% diantaranya meninggal dunia dan 65% diantaranya adalah wanita karir yang telah berumah tangga, sedangkan pada tahun 2009 terdata 768 kasus penderita kista endometriosis, dan 25% diantaranya meninggal dunia, dan 70% diantaranya adalah wanita karir yang telah berumah tangga (Nasdaldy, 2009).

1.1    Rumusan Masalah
Berdasarkan adanya berbagai kasus yang ada di latar belakang permasalahan, maka, rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
  1. Bagaimana Defenisi dan Gejala klinis penyakit kista?
  2. Jenis-jenis penyakit kista ?
  3. Bagaimana gejala penyakit kista ?
  4. Bagaimana cirri-ciri penyakit kista ?
  5. Bagaimana pola penyebaran penyakit kista?
  6. Bagaimana pencegahan, pengobatan penyakit kista ?
1.2    Tujuan Penulisan
a.    Tujuan umum
            Agar mahasiswa / kita semua dapat mengetahui secara lebih mendalam tentang penyakit kista dan bagaimana cara penanggulangan.
b.   Tujuan Khusus
1.      Agar mahasiswa tau apa penyakit kista itu
2.      Agar mahasiswa mengetahui bagaimana ciri penyakit kista
3.      Agar mahasiswa bisa melakukan pencegahan sedini mugkin tentang penyakit kista

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Penyakit kista
            Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita, kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur. Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan penangananya tidak melalui operasi besar. Namun berdasarkan tingkat keganansan.
            Penyakit kista adalah suatu benjolan tumor yang hanya menyerang kaum hawa, tepatnya yaitu benjolan yang terjadi di bagian ovarium pada wanita. Kista termasuk jenis tumor yang jinak yang banyak di temui benjolan ini terbungkus selaput atau semacam jaringan sel sel tumor. Namun benjolan ini terpisah dengan benjolan normal lainnya dan tidak bisa menyebar ke bagian tubuh lain. di dalam tumor ini berisikan cairan kental, udara, cairan biasa, nanah atau pun bahan-bahan lainnya.
Penyakit Kista Terbagi Menjadi Dua Golongan yaitu :
1.        kista non neoplastik, kista jenis ini bersifat jinak dan tidak memerlukan operasi untuk penyembuhanya, sebab dalam kurun waktu 2-3 bulan, benjolan kista ini akan mengempis dan hilang dengan sendirinya
2.        kista neoplastik, kista ini membutuhkan operasi untuk penyembuhanya, namun ini bukan sebuah keharusan melainkan didasarkan pada ukuran serta sifat kista itu sendiri
                 
Kista mempengaruhi siklus menstruasi perempuan karena sistem hormonal yang terganggu. Kista kadang kala menyebabkan seseorang perempuan menjadi mandul. Follicles yang tidak matang dan ketidakmampuan untuk menyalurkan sel telur (proses ovulasi) sepertinya menjadi penyebab rendahnya jumlah hormon stimulasi.
2.2 epidemiologi penyakit kista
            Di Asia Tenggara di mana Indonesia termasuk didalamnya, insiden kista ovarium mencapai 6,6%, kanker endometrium mencapai 4,8% dari 670.587 kasus kanker pada perempuan, sementara kanker payudara sebanyak 30,9%, dan serviks 19,8%. Sebagian besar wanita tidak menyadari dirinya menderita kista. Jika menimbulkan gejala maka keluhan yang paling sering dirasakan adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah dan pinggul. Rasa nyeri ini timbul akibat dari pecahnya dinding kista, terjadinya perdaraha sekitar umur hamil 16-18 minggu ini perlu adanya perlindungan hormon progesteron. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 11 November 2010 di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan, didapatkan bahwa dari bulan Januari 2010 sampai dengan Oktober 2010 penderita kista ovarium pada wanita usia subur berjumlah 34 orang. Sejauh penelusuran yang telah dilakukan, peneliti belum menemukan penelitian tentang pengalaman wanita usia subur dengan kista ovarium. Oleh karena itu penelitian tentang pengalaman wanita usia subur dengan kista ovarium menarik untuk dilakukan.
Tabel 1 jumlah kematian penyakit kista pada tahun 2008 dan 2009
di rumah sakit umum
no
tahun
jumlah kasus
Meningal Dunia
1
2008
428
85 (20%)
2
2009
768
192 (25%)

            Dari tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa terjadinpeningkatan kasus penyakit kista pada tahun 2009 dengan persen 25%.
2.3  Derteminan(factor yang mempengaruhi penykit kista)
       2.2.1 Host                                                          
                 1. Umur
            Seorang perempuan yang didiagnosa menderita kista biasanya berusia sekitar 20-30 tahun. Biasanya perempuan yang memiliki kista jika dirunut silsilah keluarganya, ada ibu atau nenek yang mengalami gejala kista serupa.
kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.penyakit ini sangat lazim terjadi, yaitu menimpa sekitar 4-7% wanita usia reproduksi.
                 2. riwayat penyakit kista
            Penyakit kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista.
2.2.2.   Agent (Penyebab penyakit kista)
Penyebab timbulnya kista sangat bervariasi, tetapi yang paling sering disebabkan oleh pertumbuhan folikel pada indung telur yang berubah menjadi kista folikel. Folikel sebenarnya adalah kantong yang berisi cairan dalam jumlah normal (tidak berlebihan) dan mengandung sel telur. Kista folikel terbentuk bila pada satu siklus haid, folikel tumbuh menjadi lebih besar dari biasanya dan sel telur tidak bisa keluar dari indung telur (tidak bisa ovulasi).
Seiring berjalannya waktu, kista folikel bisa berubah dengan sendirinya. Kista ini bisa berisi darah yang disebut kista hemoragik atau kista endometrioid. Penyebabnya adalah trauma atau terjadi kebocoran dari pembuluh darah yang sangat kecil ke dalam kantong telur. Cairan kista endometrioid berupa darah haid, dan kista dermoid terdiri dari jaringan rambut dan lemak. Kista termasuk jenis tumor yang angka kejadiannya cukup tinggi pada alat reproduksi. Kista dapat mengganggu proses reproduksi untuk terjadinya kehamilan.
Penyebab penyakit kista dapat juga di sebabakan oleh beberapa factor salah satunya melalui polusi, udara, debu, dan juga makanan.       
1.      Polusi, udara dan debu
            Adanya dioksin dari asap pabrik dan pembakaran gas bermotor dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia yang kemudia akan membantu tumbuhnya kista.
2.      Penyebab kista dari factor makanan :
               Lemak berlebih atau lemak yang tidak sehat akan mengakibatkan zat-zat lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme sehingga akan meningkatkan hormone etestosteron.
3.      Penyebab kista dari factor keturunan
                   Penyakit kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturuna. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista (penyebab            kista     karena  keturunan).Namun pembawa sifat bukan berarti penderita penyakit kista, anda dapat mencegah timbulnya penyakit kista dengan gaya hidup sehat. Hindari makanan-makanan berlemak tinggi, rajinlah berolah raga serta konsumsilah makanan dan minuman yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dapat menangkal radikal bebas dari polusi debu dan udara.
2.4  Jenis-jenis penyakit kista
2.4.1        kista korpus luteum,
   Jenis ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan dapat berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan. Inilah yang membentuk kista jenis ini. Bilamana ukurannya membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit (twisted), dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan  memerlukan     tindakan                      operasi.
2.4.2        kista denoma,
Yaitu bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium. Tumor jenis ini biasanya berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga 30cm atau lebih diameternya.
2.4.3 kista dermoid,
     Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi tubafallopiterlilit            (torted/twisted).
2.4.4 kista hemorrhage,
           Kista hemorrhage yaitu Yaitu timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya       biasanya                 kram    perut.
2.4.5        kista polikistik ovarium,
    Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam ovarium (indung telur) wanita. Kebanyakan kista tidak berbahaya. Namun, beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium.
            
2.4.6        kista coklat (endometriosis).
     Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm. Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).

2.5 Gejala penyakit kista
            Umumnya, adanya kista tidak disadari oleh penderitanya dan menghilang sebelum wanita mengetahui adanya kista tersebut. Meski demikian, beberapa wanita mengeluhkan adanya nyeri didaerah perut atau perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat timbul jika kista mengalami ruptur atau pecah, akibat membesarnya kista dan peregangan jaringan disekitarnya, perdarahan di dalam kista, atau karena terpuntirnya kista yang mengganggu pembuluh darah disekitarnya. Kista yang berukuran besar dapat menimbulkan oenekanan atau pergeseran organ di sekitarnya.
Gejalanya dapat berupa cepat kenyang, kembung, dan sering merasa ingin buang air besar, atau kesulitan BAB, atau nyeri saat berhubungan seksual. 
Karena tidak sering timbul gejala, kista umumnya baru diketahui saat  pasien menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG), atau pemeriksaan di daerah perut bagian bawah. Pada wanita berusia kurang dari 40 taun, kista biasanya berupa kista folikuler atau kista korpus luteum yang tidak berbahaya. Kista jenis ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
2.6. Ciri-ciri penyakit kista                    
            Ada beberapa ciri penyakit kista antara lain sebagai berikut :
  1. Keluhan nyeri ketika menjelang atau dalam masa haid, beberapa penderita bahkan bisa sampai pingsan karena tidak tahan
  2. Nyeri perut pada bagian bawah
  3. Haid yang sangat banyak atau justru terlalu sedikit
  4. Sering merasa ingin buang air besar / kecil karena jaringan kista terus membesar semakin menekan kandung kemih sehingga tidak dapat menampung banyak air seni
  5. Pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut
  6. Perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid.
  7. Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur
  8. Nyeri perut hebat disertai mual dan muntah
  9. Pembesaran perut akibat beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar
  10. Rasa sakit seperti digigit semut dibagian bawah perut kiri dan kanan secara bergantian
  11. Keluhan sakit pada pinggang bagian belakang
  12. Sakit saat berhubungan seks
Jika kista pecah misalnya saat berhubungan seksual penderita akan merasa nyeri bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat
2.7 Pencegahan penyakit kista              
            Ada kista yang dapat dicegah dan ada pula yang tidak. Kista yang berasal dari sisa-sisa sel embrional jelas tidak dapat dicegah karena sudah ada sejak lahir. Namun, kemunculan kista jenis lain sebenarnya dapat dicegah, termasuk pada orang yang secara keturunan (herediter) memiliki bakat kista, miom atau adenomiosis. Caranya tak lain adalah dengan menjalani pola hidup sehat, seperti pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.
a.      Lebih banyak makan sayur dan buah
Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh di masa pemulihan setelah masa pengobatan berlangsung. Terutama untuk meningkatkan stamina tubuh dan menetralisis dampak bahan kimia yang masuk kedalam tubuh selama masa pengobatan
b.      Mengatur asupan daging
Atur porsi asupan daging Anda. Bukan berarti membatasi asupan daging; melainkan mengkonsumsinya lebih sering dalam porsi kecil. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah, makanlah menu daging secaa perlahan-lahan. Aktivitas ini penting untuk menghindari proses pencernaan daging dalam jumlah banyak secara cepat. Kondisi tersebut cenderung memicu produksi hormone yang justru menghambat proses pemulihan.
c.       Makanan ber-GI rendah
GI atau glycemic index, adalah takaran yang menunjukkan tinggi atau rendahnya kadar glukosa di dalam makanan. Saat menjalani proses pengobatan kista, Anda sangat disarankan mengonsumsi makanan berkadar glukosa rendah, seperti; biji-bijian, dan kacang-kacangan. Pastikan Anda menambah porsi jenis makanan ini dalam menu sehari-hari.
d.      Minum air putih
Selain jenis makanan tersebut diatas, konsumsilah air putih secara rutin. Minimalkan atau bakan hindari minuman berkafein dan beralkohol serta batasi konsumsi makanan berkadar gula tinggi.
e.       Tidur secara teratur
Tidak disangsikan lagi bahwa tidur secara teratur dan cukup memberi dampak kesehatan yang memadai, sebab semua jenis saraf, kelancaran aliran darah dan pertumbuhan sel serta hormone tubuh terkait dengan faktor bekerja dan istirahatnya organ tubuh.
2.8. Pengobatan penyakit kista       
            cara cepat mengobati penyakit kista secara efektif. Jelly gamat luxor yang terbuat dari bahan alami berupa gamat / teriapng sticophus hermanii dengan kandungan ekstrak gamat mencapai 34% menjadikannya kaya akan nutrisi yang diperluakan tubuh untuk mengendalikan dan menumpas kista.
Jelly gamat luxor mengandung Glikosida & Holothurine yang bersifat anti kanker dan antitumor dan mampu menonaktifkan perkembangan sel tumor, merontokan sel tumor tanpa merusak jaringan sekitarnya juga memiliki kemampuan memblokir pertumbuhan sel tumor, selain itu gamat juga memiliki kandungan mineral selenium yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, kandungan omega 3 yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan darah dan mengurangi kekentalan darah.
Fitokimia merupakan senyawa yang memiliki efek yang efektif untuk menghambat pertumbuhan kanker sebagai antioksidan juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol darah, mengendalikan gula darah, memproteksi tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas serta menimbulkan efek meningkatkan kekebalan tubuh. Beberapa contoh fitokimia antara lain Betakarotene, Phycocyanin, Zeaxanthin, Xanthofil dan Klorofil.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
·         Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita, kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur. Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan penangananya tidak melalui operasi besar. Namun berdasarkan tingkat keganansan.
·         Penyakit Kista Terbagi Menjadi Dua Golongan yaitu :kista non neoplastik dan kista neoplastik
·         Pecegahan penyakit kista dapat di lakukan dengan Lebih banyak makan sayur dan buah,mengatur asupan daging, minum air putih, tidur secara teratur.dll
3.2  Saran
·         Periksalah kesehatan selalu karna kesehatan sangatlah penting bagi kehidupan kita.
·         Disarankan penderita yang berisiko terjadinya penyakit kista agar melakukan pemermeriksaan kesehatan sedini mungkin.







DAFTAR PUSTAKA

http://www.cancerhelps.com/kista.htm
yustian.com/penyakit kista elib.unikom.ac.id/download.php?id=89979
pedy-alexander.blogspot.com/2012/02/kista.html - Cached
anc4.files.wordpress.com/2009/07/penyakit-kista-ovarium.docx - Cached
www.caramengobatikista.com/tag/latar-belakang-kista/ - Cached
forum.republika.co.id/showthread.php?6816-Mengobati-kista... - Cached
forum.kompas.com/.../68209-cara-alami-mengobati-penyakit-kista.html
gerry-tk.blogspot.com/.../penyakit-kista-penyebab-dan-gejala.html - Cached
infokesehatan101.blogspot.com/2012/04/penyakit-kista.html - Cached

No comments:

Post a Comment

Diet Sehat

10 TIPS DIET SEHAT  Menonton apa yang Anda makan adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung da...