BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi seperti sekarang ini masyarakat di Indonesia
dituntut untuk serba cepat diantaranya dalam hal ekonomi, kesehatan, maupun
informasi. Tidak sedikit pula wanita yang telah berumah tangga, memilih hanya
sebagai ibu rumah tangga saja, akan tetapi banyak juga wanita yang memilih
untuk berkarir. Bukan hal yang tak lazim lagi apabila sekarang ini banyak
sekali wanita di Indonesia yang telah berkarir dalam bidangnya masing-masing.
Tuntutan rutinitas pekerjaan yang begitu padat serta menyita waktu terkadang
menjadi alasan banyaknya wanita sekarang ini sulit untuk menjaga kesehatan.
Wanita di zaman sekarang ini bisa dibilang memiliki pola hidup
yang kurang baik, seperti tidak rutin berolah raga, tidak mengatur pola makan
secara baik, serta mudah stress, semua itu merupakan pola hidup yang tidak
sehat dan bisa memancing penyakit untuk menyerang kesehatan tubuh setiap wanita
di masa kini. Ada sebuah penyakit yang terbilang cukup menarik untuk diketahui
setiap wanita khususnya yang berusia produktif di Indonesia sekarang ini yakni
penyakit kista. Kista memiliki banyak jenis, diantaranya adalah kista folikel,
kista korpus luteum, kista denoma, kista dermoid, kista hemorrhage, kista
lutein, kista polikistik ovarium, kista coklat (endometriosis).
Pada dasarnya kista dimiliki setiap manusia, baik pria maupun
wanita, akan tetapi kista yang ada di dalam tubuh pria tidak berpotensi untuk
menjadi sebuah penyakit. Sedangkan pada wanita kista berpotensi menjadi
penyakit yang berbahaya apabila mulai aktif di dalam tubuh wanita.
Tingkat
keganasannya ditentukan pada jenisnya setelah melakukan proses pendeteksian
oleh dokter yang menangani masalah kista. Penyakit ini terbilang cukup unik dan
mengundang perhatian, tidak sedikit juga wanita di Indonesia yang mengenal penyakit
ini, akan tetapi tidak sedikit pula wanita yang terkesan acuh tak acuh dalam
menanggulangi atau menyikapi penyakit ini, hal ini juga terjadi karena sumber
maupun informasi yang ada mengenai penyakit kista masih terasa kurang, sehingga
mungkin menyebabkan wanita di Indonesia sekarang ini terkesan bereaksi kurang
tanggap akan bahayanya penyakit ini hingga akhirnya banyak korban penderita
kista endometriosis ini bertambah setiap tahunnya, ini terbukti melalui
peningkatan penderita penyakit ini setiap tahunnya (Nasdaldy, 2009).
Dari
sekian banyak jenis penyakit kista, kista coklat (endometriosis) begitu menarik
perhatian untuk diteliti dan di informasikan kepada masyarakat, terutama untuk
wanita di Indonesia yang setiap tahunnya bertambah banyak penderitanya. Menurut
data hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo terdata pada tahun
2008 terdapat 428 kasus penderita kista endometriosis, 20% diantaranya
meninggal dunia dan 65% diantaranya adalah wanita karir yang telah berumah
tangga, sedangkan pada tahun 2009 terdata 768 kasus penderita kista
endometriosis, dan 25% diantaranya meninggal dunia, dan 70% diantaranya adalah
wanita karir yang telah berumah tangga (Nasdaldy, 2009).
1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan
adanya berbagai kasus yang ada di latar belakang permasalahan, maka, rumusan
masalah dalam makalah ini adalah :
- Bagaimana Defenisi dan Gejala
klinis penyakit kista?
- Jenis-jenis penyakit kista ?
- Bagaimana gejala penyakit kista
?
- Bagaimana cirri-ciri penyakit
kista ?
- Bagaimana pola penyebaran penyakit
kista?
- Bagaimana pencegahan,
pengobatan penyakit kista ?
1.2
Tujuan Penulisan
a.
Tujuan umum
Agar
mahasiswa / kita semua dapat mengetahui secara lebih mendalam tentang penyakit
kista dan bagaimana cara penanggulangan.
b.
Tujuan Khusus
1. Agar mahasiswa tau apa penyakit
kista itu
2. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana
ciri penyakit kista
3. Agar mahasiswa bisa melakukan
pencegahan sedini mugkin tentang penyakit kista
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Penyakit kista
Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita, kista
sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur.
Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan
penangananya tidak melalui operasi besar. Namun berdasarkan tingkat keganansan.
Penyakit kista adalah
suatu benjolan tumor yang hanya menyerang kaum hawa, tepatnya yaitu benjolan
yang terjadi di bagian ovarium pada wanita. Kista termasuk jenis tumor
yang jinak yang banyak di temui benjolan ini terbungkus selaput atau semacam jaringan
sel sel tumor. Namun benjolan ini terpisah dengan benjolan normal lainnya dan
tidak bisa menyebar ke bagian tubuh lain. di dalam tumor ini berisikan cairan
kental, udara, cairan biasa, nanah atau pun bahan-bahan lainnya.
Penyakit Kista Terbagi Menjadi Dua
Golongan yaitu :
1.
kista non neoplastik, kista jenis ini bersifat jinak dan
tidak memerlukan operasi untuk penyembuhanya, sebab dalam kurun waktu 2-3
bulan, benjolan kista ini akan mengempis dan hilang dengan sendirinya
2.
kista neoplastik, kista ini membutuhkan operasi untuk
penyembuhanya, namun ini bukan sebuah keharusan melainkan didasarkan pada
ukuran serta sifat kista itu sendiri
Kista mempengaruhi siklus menstruasi
perempuan karena sistem hormonal yang terganggu. Kista kadang kala menyebabkan
seseorang perempuan menjadi mandul. Follicles yang tidak matang dan
ketidakmampuan untuk menyalurkan sel telur (proses ovulasi) sepertinya menjadi
penyebab rendahnya jumlah hormon stimulasi.
2.2 epidemiologi penyakit kista
Di
Asia Tenggara di mana Indonesia termasuk didalamnya, insiden kista ovarium mencapai
6,6%, kanker endometrium mencapai 4,8% dari 670.587 kasus kanker pada
perempuan, sementara kanker payudara sebanyak 30,9%, dan serviks 19,8%.
Sebagian besar wanita tidak menyadari dirinya menderita kista. Jika menimbulkan
gejala maka keluhan yang paling sering dirasakan adalah rasa nyeri pada perut
bagian bawah dan pinggul. Rasa nyeri ini timbul akibat dari pecahnya dinding
kista, terjadinya perdaraha sekitar umur hamil 16-18 minggu ini perlu adanya
perlindungan hormon progesteron. Berdasarkan survei pendahuluan yang
dilakukan peneliti pada tanggal 11 November 2010 di Rumah Sakit Umum Dr.
Pirngadi Medan, didapatkan bahwa dari bulan Januari 2010 sampai dengan Oktober
2010 penderita kista ovarium pada wanita usia subur berjumlah 34 orang.
Sejauh penelusuran yang telah dilakukan, peneliti belum menemukan penelitian
tentang pengalaman wanita usia subur dengan kista ovarium. Oleh karena
itu penelitian tentang pengalaman wanita usia subur dengan kista ovarium menarik
untuk dilakukan.
Tabel 1 jumlah kematian
penyakit kista pada tahun 2008 dan 2009
di rumah sakit umum
|
no
|
tahun
|
jumlah
kasus
|
Meningal
Dunia
|
|
1
|
2008
|
428
|
85 (20%)
|
|
2
|
2009
|
768
|
192 (25%)
|
Dari
tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa terjadinpeningkatan kasus penyakit
kista pada tahun 2009 dengan persen 25%.
2.3 Derteminan(factor yang mempengaruhi penykit
kista)
2.2.1 Host
1. Umur
Seorang perempuan yang didiagnosa
menderita kista biasanya berusia sekitar 20-30 tahun. Biasanya perempuan yang
memiliki kista jika dirunut silsilah keluarganya, ada ibu atau nenek yang
mengalami gejala kista serupa.
kista
indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista
kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana
terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan
pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru
sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah
kista fungsional.penyakit
ini sangat lazim terjadi, yaitu menimpa sekitar 4-7% wanita usia reproduksi.
2. riwayat penyakit kista
Penyakit kista juga dapat dikatakan penyakit
degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita
penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu
keturunan pembawa sifat penyakit kista.
2.2.2. Agent (Penyebab
penyakit kista)
Penyebab timbulnya kista sangat
bervariasi, tetapi yang paling sering disebabkan oleh pertumbuhan folikel pada
indung telur yang berubah menjadi kista folikel. Folikel sebenarnya adalah
kantong yang berisi cairan dalam jumlah normal (tidak berlebihan) dan
mengandung sel telur. Kista folikel terbentuk bila pada satu siklus haid,
folikel tumbuh menjadi lebih besar dari biasanya dan sel telur tidak bisa
keluar dari indung telur (tidak bisa ovulasi).
Seiring berjalannya waktu, kista
folikel bisa berubah dengan sendirinya. Kista ini bisa berisi darah yang
disebut kista hemoragik atau kista endometrioid. Penyebabnya adalah trauma atau
terjadi kebocoran dari pembuluh darah yang sangat kecil ke dalam kantong telur.
Cairan kista endometrioid berupa darah haid, dan kista dermoid terdiri dari
jaringan rambut dan lemak. Kista termasuk jenis tumor yang angka kejadiannya
cukup tinggi pada alat reproduksi. Kista dapat mengganggu proses reproduksi
untuk terjadinya kehamilan.
Penyebab penyakit kista dapat juga di sebabakan oleh beberapa factor
salah satunya melalui polusi, udara, debu, dan juga makanan.
1. Polusi, udara dan debu
Adanya dioksin dari asap pabrik
dan pembakaran gas bermotor dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia yang
kemudia akan membantu tumbuhnya kista.
2.
Penyebab kista
dari factor makanan :
Lemak berlebih atau lemak yang tidak sehat akan mengakibatkan zat-zat
lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme sehingga akan meningkatkan
hormone etestosteron.
3.
Penyebab
kista dari factor keturunan
Penyakit
kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturuna. Jika orang tua
atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat
dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista
(penyebab kista karena keturunan).Namun
pembawa sifat bukan berarti penderita penyakit kista, anda dapat mencegah
timbulnya penyakit kista dengan gaya hidup sehat. Hindari makanan-makanan
berlemak tinggi, rajinlah berolah raga serta konsumsilah makanan dan minuman
yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dapat menangkal radikal bebas
dari polusi debu dan udara.
2.4 Jenis-jenis
penyakit kista
2.4.1
kista korpus luteum,
Jenis
ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan dapat
berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim,
maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan. Inilah yang
membentuk kista jenis ini. Bilamana ukurannya membesar dan menyebabkan batang
ovarium terlilit (twisted), dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan tindakan operasi.
2.4.2
kista denoma,
Yaitu bila tumor terbentuk dari
jaringan ovarium. Tumor jenis ini biasanya berisi cairan dan dapat berukuran
sangat besar, bahkan hingga 30cm atau lebih diameternya.
2.4.3
kista dermoid,
Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh
besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan
tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi
tubafallopiterlilit (torted/twisted).
2.4.4 kista hemorrhage,
Kista hemorrhage yaitu Yaitu timbulnya perdarahan dalam
kista fungsional. Gejalanya biasanya kram perut.
2.4.5
kista polikistik ovarium,
Kista
ovarium
adalah kantung kecil berisi
cairan yang berkembang dalam ovarium (indung telur) wanita. Kebanyakan kista
tidak berbahaya. Namun, beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri
haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya
batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium.
2.4.6
kista coklat (endometriosis).
Disebut juga endometriosis. Jenis ini
terjadi ketika jaringan lapisan rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita.
Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20
cm. Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri
haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).
2.5 Gejala penyakit
kista
Umumnya, adanya kista tidak disadari
oleh penderitanya dan menghilang sebelum wanita mengetahui adanya kista
tersebut. Meski demikian, beberapa wanita mengeluhkan adanya nyeri didaerah
perut atau perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat timbul jika kista mengalami
ruptur atau pecah, akibat membesarnya kista dan peregangan jaringan
disekitarnya, perdarahan di dalam kista, atau karena terpuntirnya kista yang
mengganggu pembuluh darah disekitarnya. Kista yang berukuran besar dapat
menimbulkan oenekanan atau pergeseran organ di sekitarnya.
Gejalanya dapat berupa cepat
kenyang, kembung, dan sering merasa ingin buang air besar, atau kesulitan BAB,
atau nyeri saat berhubungan seksual.
Karena tidak sering timbul gejala,
kista umumnya baru diketahui saat pasien menjalani pemeriksaan
ultrasonografi (USG), atau pemeriksaan di daerah perut bagian bawah. Pada
wanita berusia kurang dari 40 taun, kista biasanya berupa kista folikuler atau
kista korpus luteum yang tidak berbahaya. Kista jenis ini biasanya akan
menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
2.6.
Ciri-ciri penyakit kista
Ada beberapa ciri
penyakit kista antara lain sebagai berikut :
- Keluhan nyeri
ketika menjelang atau dalam masa haid, beberapa penderita bahkan bisa
sampai pingsan karena tidak tahan
- Nyeri perut pada
bagian bawah
- Haid yang sangat
banyak atau justru terlalu sedikit
- Sering merasa
ingin buang air besar / kecil karena jaringan kista terus membesar semakin
menekan kandung kemih sehingga tidak dapat menampung banyak air seni
- Pada keadaan yang
sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut
- Perubahan pola
haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid.
- Pendarahan vagina
yang hebat dan tidak teratur
- Nyeri perut hebat
disertai mual dan muntah
- Pembesaran perut
akibat beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar
- Rasa sakit
seperti digigit semut dibagian bawah perut kiri dan kanan secara
bergantian
- Keluhan sakit
pada pinggang bagian belakang
- Sakit saat
berhubungan seks
Jika kista pecah misalnya saat
berhubungan seksual penderita akan merasa nyeri bertambah bila melakukan
aktivitas fisik berat
2.7 Pencegahan penyakit
kista
Ada kista yang dapat dicegah dan ada
pula yang tidak. Kista yang berasal dari sisa-sisa sel embrional jelas tidak
dapat dicegah karena sudah ada sejak lahir. Namun, kemunculan kista jenis lain
sebenarnya dapat dicegah, termasuk pada orang yang secara keturunan (herediter)
memiliki bakat kista, miom atau adenomiosis. Caranya tak lain adalah dengan
menjalani pola hidup sehat, seperti pola makan yang baik dan berolahraga secara
teratur.
a.
Lebih banyak makan sayur dan buah
Sayur dan buah mengandung banyak
vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh di masa pemulihan setelah masa
pengobatan berlangsung. Terutama untuk meningkatkan stamina tubuh dan menetralisis
dampak bahan kimia yang masuk kedalam tubuh selama masa pengobatan
b.
Mengatur asupan daging
Atur porsi asupan daging Anda. Bukan
berarti membatasi asupan daging; melainkan mengkonsumsinya lebih sering dalam
porsi kecil. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah, makanlah menu
daging secaa perlahan-lahan. Aktivitas ini penting untuk menghindari proses
pencernaan daging dalam jumlah banyak secara cepat. Kondisi tersebut cenderung
memicu produksi hormone yang justru menghambat proses pemulihan.
c.
Makanan ber-GI rendah
GI atau glycemic index, adalah
takaran yang menunjukkan tinggi atau rendahnya kadar glukosa di dalam makanan.
Saat menjalani proses pengobatan kista, Anda sangat disarankan mengonsumsi
makanan berkadar glukosa rendah, seperti; biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Pastikan Anda menambah porsi jenis makanan ini dalam menu sehari-hari.
d.
Minum air putih
Selain jenis makanan tersebut
diatas, konsumsilah air putih secara rutin. Minimalkan atau bakan hindari
minuman berkafein dan beralkohol serta batasi konsumsi makanan berkadar gula
tinggi.
e.
Tidur secara teratur
Tidak disangsikan lagi bahwa tidur
secara teratur dan cukup memberi dampak kesehatan yang memadai, sebab semua
jenis saraf, kelancaran aliran darah dan pertumbuhan sel serta hormone tubuh
terkait dengan faktor bekerja dan istirahatnya organ tubuh.
2.8. Pengobatan penyakit kista
cara cepat mengobati penyakit kista
secara efektif. Jelly gamat luxor yang terbuat dari bahan alami berupa gamat /
teriapng sticophus hermanii dengan kandungan ekstrak gamat mencapai 34%
menjadikannya kaya akan nutrisi yang diperluakan tubuh untuk mengendalikan dan
menumpas kista.
Jelly gamat luxor mengandung
Glikosida & Holothurine yang bersifat anti kanker dan antitumor dan mampu
menonaktifkan perkembangan sel tumor, merontokan sel tumor tanpa merusak
jaringan sekitarnya juga memiliki kemampuan memblokir pertumbuhan sel tumor,
selain itu gamat juga memiliki kandungan mineral selenium yang mampu
meningkatkan daya tahan tubuh, kandungan omega 3 yang mampu mencegah terjadinya
penggumpalan darah dan mengurangi kekentalan darah.
Fitokimia merupakan senyawa yang
memiliki efek yang efektif untuk menghambat pertumbuhan kanker sebagai
antioksidan juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol darah, mengendalikan
gula darah, memproteksi tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas serta
menimbulkan efek meningkatkan kekebalan tubuh. Beberapa contoh fitokimia antara
lain Betakarotene, Phycocyanin, Zeaxanthin, Xanthofil dan Klorofil.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
·
Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak
menyerang kaum wanita, kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang
berada di indung telur. Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor
jinak, karena kebanyakan penangananya tidak melalui operasi besar. Namun berdasarkan
tingkat keganansan.
·
Penyakit Kista Terbagi Menjadi Dua
Golongan yaitu :kista
non neoplastik dan kista neoplastik
·
Pecegahan penyakit kista dapat di lakukan dengan Lebih banyak makan sayur dan buah,mengatur
asupan daging, minum air putih, tidur secara teratur.dll
3.2
Saran
·
Periksalah kesehatan
selalu karna kesehatan sangatlah penting bagi kehidupan kita.
·
Disarankan penderita
yang berisiko terjadinya penyakit kista agar melakukan pemermeriksaan kesehatan
sedini mungkin.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.cancerhelps.com/kista.htm
yustian.com/penyakit
kista elib.unikom.ac.id/download.php?id=89979
forum.kompas.com/.../68209-cara-alami-mengobati-penyakit-kista.html
terimakasih infonya gan , salam sukses
ReplyDelete